Kamis, 23 Oktober 2014

Sejarah Hari Jum’at dan Keistimewaan Sholat Jum’at

Sejarah Hari Jum’at dan Keistimewaan Sholat Jum’at

Hari Jum’at adalah sayyidul ayyam. Artinya Jum’at mempunyai keistemewa
an dibandingkan hari lain. Jika nama-nama hari yang lain menunjukkan urutan angka (ahad artinya hari pertama, itsnain atau senin adalah hari kedua, tsulatsa atau selasa adalah hari ketiga, arbi’a atau Rabu adalah hari keempat dan khamis atau kamis adalah hari kelima), maka Jum’at adalah jumlah dari kesemuanya.

Menurut sebagian riwayat kata Jum’at diambil dari kata jama’a yang artinya berkumpul. Yaitu hari perjumpaan atau hari bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa di Jabal Rahmah. Kata Jum’at juga bisa diartikan sebagai waktu berkumpulnya umat muslim untuk melaksanakan kebaikan –shalat Jum’at-.

Salah satu bukti keistimewaan hari Jum’at adalah disyariatkannya sholat Jum’at. Yaitu shalat dhuhur berjamaah pada hari Jum’at. -Jum’atan-. Bahkan mandinya hari Jum’at pun mengandung unsur ibadah, karena hukumnya sunnah.

Dalam Al-Hawi Kabir karya al-Mawardi, Imam Syafi’i menjelaskan sunnahnya mandi pada hari Jum’at. Meskipun sholat Jum’at dilaksanakan pada waktu sholat dhuhur, namun mandi Jum’at boleh dilakukan semenjak dini hari, setelah terbit fajar. Salah satu hadits menerangkan bahwa siapa yang mandi pada hari Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at, maka Allah akan mengampuni dosa di antara dua Jum’at.

Oleh karena itu, baiknya kita selalu menyertakan niat setiap mandi di pagi hari Jum’at. Karena hal itu akan memberikan nilai ibadah pada mandi kita. Inilah yang membedakan mandi di pagi hari Jum’at dengan mandi-mandi yang lain.

Empat Puluh Orang
Shalat Jum’at -Jum’atan- bisa dianggap sebagai muktamar mingguan –mu’tamar usbu’iy- yang mempunyai nilai kemasyarakatan sangat tinggi. Karena pada hari Jum’at inilah umat muslim dalam satu daerah tertentu dipertemukan.

Mereka dapat saling berjumpa, bersilaturrahim, bertegur sapa, saling menjalin keakraban. Dalam kehidupan desa Jum’atan dapat dijadikan sebagai wahana anjangsana. Mereka yang mukim di daerah barat bisa bertemu dengan kelompok timur dan sebagainya.

Begitu pula dalam lingkup perkotaan, Jum’atan ternyata mampu menjalin kebersamaan antar karyawan. Mereka yang setiap harinya sibuk bekerja di lantai enam, bisa bertemu sesama karyawan yang hari-harinya bekerja di lantai tiga dan seterusnya.

Kebersamaan dan silaturrahim ini tentunya sulit terjadi jikalau Jum’atan boleh dilakukan seorang diri seperti pendapat Ibnu Hazm, atau cukup dengan dua orang saja seperti qaul-nya Imam Nakho’i, atau pendapat Imam Hanafi yang memperbolehkan Jum’atan dengan tiga orang saja berikut Imamnya.

Oleh sebab itu menurut Imam Syafi’i Jum’atan bisa dianggap sah jika diikuti oleh empat puluh orang lelaki. Dengan kat lain, penentuan empat puluh lelaki sebagai syarat sah sholat Jum’at oleh Imam Syafi’i memiliki faedah yang luar bisa.

Hal ini membuktikan betapa epistemogi aswaja -ahlussunnah wal jama’ah- yang dipraktikkan oleh Imam Syafi’i selalu mendahulukan kepentingan bersama. Kebersamaan dan persatuan umat dalam pola pikir aswaja -ahlussunnah wal jama’ah- adalah hal yang sangat penting. Tidak hanya dalam ranah aqidah dan politik saja, tetapi juga dalam konteks ibadah. 

Keutamaan Hari Jum'at
Ketahuilah bahwa hari Jum'at adalah hari yang agung. Allah mengagungkan orang Islam dan agama Islam dengan hari jum'at. Firman Allah SWT:
"Hai orang-orang beriman, bilamana kamu diserukan untuk shalat pada hari jum'at, maka hendaklah kamu pergi mengingat Allah (shalat Jum'at) dan tinggalkanlah jual beli,,, (QS.62 Al Jumu'ah:9)".

Allah mengharankan menyibukkan diri dalam urusan dunia atau sesuatu pun yang bisa memalingkan pergi jum'atan.

Nabi SAW bersabda:
"Barangsiapa yang meninggalkan jum'at sampai 3X tanpa ada uzur (alasan), maka Allah akan menutup hatinya".
Lafadz lain mengatakan:
"Maka dia sungguh telah membuang Islam di belakang punggungnya".

Ada seorang lelaki berdebat dengan Ibnu Abbas RA. Dia menanyakan kepada Ibnu Abbas RA tentang lelaki yang mati dan tidak pernah jum'atan (shalat jum'at) atau jama'ah. Maka Ibnu Abbas RA berkata:
"Dia masuk neraka".
Pria tersebut masih kesana kemari menanyakan status pria yang dimaksud, dan tetap dikatakan:
"Dia masuk neraka".

Dalam hadits:
"Sesungguhnya orang-orang yang memiliki 2 Kitab diberikan pada hari jum'at, mereka tetap berselisih dan berpaling: Allah menunjukkan pada hari ini. Dia mengakhiri dan menciptakan hari tersebut sebagai hari raya,,,".

Hadits Annas RA bahwa Nabi SAW bersabda:
Jibril datang padaku, ditangannya ada cermin putih, dia berkata:
"Ini adalah hari jum'at, Tuhanmu mewajibkan padamu agar menjadi hari raya untukmu dan untuk umatmu sepeninggalmu".

Hari Jum'at adalah pemimpin semua hari, dan kelak pada hari kiamat kita akan menyebutkan sebagai Hari Tambahan. Aku (Nabi SAW) berkata:
"Mengapa begitu".
Jibril menjawab:
"Sesungguhnya Tuhanmu 'Azza Wa Jalla membuat lembah yang baunya amat semerbak dan putih warnanya. Bila datang hari jum'at, maka Allah akan turun dari Illiyyin menuju Kursi-Nya dan melihat mereka, sampai mereka bisa memandang DzatNya yang Agung".

Nabi SAW bersabda:
"Sebaik-baik matahari terbit ialah hari Jum'at. Hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke surga, diturunkan ke bumi, diterima tobatny, hari kematiannya dan hari akan datangnya kiamat. Hari itu menurut Allah adalah hari tambahan. Pada hari itu para malaikat bisa menyebut di langit, dia adalah hari dimana bisa memandang Allah dalam surga".

Riwayat Annas RA bahwa Nabi SAW bersabda:
"Bilamana di hari Jum'at selamat, maka akan selamat semua hari".
Nabi SAW bersabda;
"Sesungguhnya neraka Jahim tiap hari apinya menyala pada saat zawal dan istiwa'. (Zawal: matahari sedikit tergelincir dari tengah langit. Dan Istiwa'; matahari tepat ditengah/atas) dalam jantung langit. Pada saat itu janganlah shalat kecuali hari Jum'at tanpa terkecuali, sebab neraka Jahannam menyala pada saat-saat seperti itu".

Ka'ab berkata:
"Sesungguhnya Allah 'Azza Wa Jalla lebih mengutamakan kota Mekkah daripada kota-kota lain (negara lain), mengutamakan Ramadhan diantara bulan-bulan dan mengutamakan hari Jum'at diantara sekian hari-hari".

Sabda Nabi SAW:
"Barangsiapa yang mati pada hari Jum'at atau malam jum'at, maka pahalanya ditulis seperti matinya syahid, dan akan dijauhkan dari siksa (fitnah) kubur".
Ketahuilah bahwa hari Jum'at adalah hari yang agung. Allah mengagungkan orang Islam dan agama Islam dengan hari jum'at. Firman Allah SWT:
"Hai orang-orang beriman, bilamana kamu diserukan untuk shalat pada hari jum'at, maka hendaklah kamu pergi mengingat Allah (shalat Jum'at) dan tinggalkanlah jual beli,,, (QS.62 Al Jumu'ah:9)".

Allah mengharankan menyibukkan diri dalam urusan dunia atau sesuatu pun yang bisa memalingkan pergi jum'atan.

Nabi SAW bersabda:
"Barangsiapa yang meninggalkan jum'at sampai 3X tanpa ada uzur (alasan), maka Allah akan menutup hatinya".
Lafadz lain mengatakan:
"Maka dia sungguh telah membuang Islam di belakang punggungnya".

Ada seorang lelaki berdebat dengan Ibnu Abbas RA. Dia menanyakan kepada Ibnu Abbas RA tentang lelaki yang mati dan tidak pernah jum'atan (shalat jum'at) atau jama'ah. Maka Ibnu Abbas RA berkata:
"Dia masuk neraka".
Pria tersebut masih kesana kemari menanyakan status pria yang dimaksud, dan tetap dikatakan:
"Dia masuk neraka".

Dalam hadits:
"Sesungguhnya orang-orang yang memiliki 2 Kitab diberikan pada hari jum'at, mereka tetap berselisih dan berpaling: Allah menunjukkan pada hari ini. Dia mengakhiri dan menciptakan hari tersebut sebagai hari raya,,,".

Hadits Annas RA bahwa Nabi SAW bersabda:
Jibril datang padaku, ditangannya ada cermin putih, dia berkata:
"Ini adalah hari jum'at, Tuhanmu mewajibkan padamu agar menjadi hari raya untukmu dan untuk umatmu sepeninggalmu".

Hari Jum'at adalah pemimpin semua hari, dan kelak pada hari kiamat kita akan menyebutkan sebagai Hari Tambahan. Aku (Nabi SAW) berkata:
"Mengapa begitu".
Jibril menjawab:
"Sesungguhnya Tuhanmu 'Azza Wa Jalla membuat lembah yang baunya amat semerbak dan putih warnanya. Bila datang hari jum'at, maka Allah akan turun dari Illiyyin menuju Kursi-Nya dan melihat mereka, sampai mereka bisa memandang DzatNya yang Agung".

Nabi SAW bersabda:
"Sebaik-baik matahari terbit ialah hari Jum'at. Hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke surga, diturunkan ke bumi, diterima tobatny, hari kematiannya dan hari akan datangnya kiamat. Hari itu menurut Allah adalah hari tambahan. Pada hari itu para malaikat bisa menyebut di langit, dia adalah hari dimana bisa memandang Allah dalam surga".

Riwayat Annas RA bahwa Nabi SAW bersabda:
"Bilamana di hari Jum'at selamat, maka akan selamat semua hari".
Nabi SAW bersabda;
"Sesungguhnya neraka Jahim tiap hari apinya menyala pada saat zawal dan istiwa'. (Zawal: matahari sedikit tergelincir dari tengah langit. Dan Istiwa'; matahari tepat ditengah/atas) dalam jantung langit. Pada saat itu janganlah shalat kecuali hari Jum'at tanpa terkecuali, sebab neraka Jahannam menyala pada saat-saat seperti itu".

Ka'ab berkata:
"Sesungguhnya Allah 'Azza Wa Jalla lebih mengutamakan kota Mekkah daripada kota-kota lain (negara lain), mengutamakan Ramadhan diantara bulan-bulan dan mengutamakan hari Jum'at diantara sekian hari-hari".

Sabda Nabi SAW:
"Barangsiapa yang mati pada hari Jum'at atau malam jum'at, maka pahalanya ditulis seperti matinya syahid, dan akan dijauhkan dari siksa (fitnah) kubur".

Sunnah Rasul Malam Jum'at

SUNNAH RASUL DI MALAM JUM’AT !!! ???
-------------------------------------------
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sahabatku semua yang insyaallah dirahmati-Nya, Dalam pergaulan sehari-hari di kantor, atau melalui sosial media spt facebook, twitter ataupun via BBM, sering kita dengar atau kita jumpai istilah “Sunnah Rasul” pada malam Jum’at.
Bahkan tiap malam Jum’at pasti ada status di BB teman kita ataupun status facebook yang menyebut tentang “Sunnah Rasul” tersebut . Definisi yang benar tentang Sunnah Rasul (Sunnaturrasul) dalam Islam mengacu kepada sikap, tindakan, ucapan dan cara Rasulullah Saw menjalani hidupnya atau garis-garis perjuangan / tradisi yang dilaksanakan oleh Rasulullah.
Sunnah merupakan sumber hukum kedua dalam Islam, setelah Al-Quran.
Narasi atau informasi yang disampaikan oleh para sahabat tentang sikap, tindakan, ucapan dan cara Rasulullah disebut sebagai hadits.
Sunnah yang diperintahkan oleh Allah disebut Sunnatullah.
Istilah Sunnah Rasul yang mutawatir (populer) di malam Jum’at hanyalah penghalusan dari hubungan intim suami istri (sex) . Boleh jadi barangkali karena di Indonesia, hal-hal yang terkait dg sex cukup tabu dibicarakan secara terbuka, karena akan dianggap vulgar dan kurang sopan, maka digunakan istilah sunnah Rasul (sbg pengganti).
Ada satu alasan lagi yakni yang sering kita dengar dlm kajian agama ,sebuah hadits yang juga dianggap mutawatir, yaitu : "Barangsiapa melakukan hubungan suami istri di malam Jumat (kamis malam) maka pahalanya sama dengan membunuh 100 Yahudi.”
beberapa ustadz dan saudara kita ada yg mencari-cari riwayat hadist di atas, namun belum ditemukan dalam Kitab manapun (termasuk saya juga sering bertanya2 namun tak menemukan ) .
kesimpulanya hadits sunnah Rasul pada malam Jum’at tersebut diatas (apalagi kalimat sama dengan membunuh 100 Yahudi) adalah sama sekali bukan hadist , alias karangan orang2 yang gak jelas saja ,
Ada cerita bahwa pernah ada ulama ahli hadits kita yang menelitii sanad hadits berhubungan suami istri malam Jum'at sama dengan membunuh 10 atau 100 Yahudi tersebut , dan walhasil sanadnya berhenti pada seorang Habib yg sanadnya tidak nyambung ke sahabat, apalagi ke Rasul Saw.
Jadi sangat jelas itu sama sekali bukanlah Hadist , hanya kalimat karangan semata .
kita tidak akan menemukan satu-pun hadits ttg Rasul Saw berhubungan suami istri pada malam2 tertentu, termasuk malam Jum'at , Beliau tidak menghususkan malam jum'at sebagai demikian itu .
Yang saya tau beberapa sunnah Rasul untuk dilakukan pd hari Jum’at (mulai malam Jum'at), yaitu :
1. Memperbanyak membaca Shalawat ,
sabda Beliau Saw ; “Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at , maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku.” (HR. Baihaqi)
2. Membaca Al Qur'an khususnya surat Al Kahfi .
Beliau saw bersabda ,: “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at akan diberikan cahaya baginya diantara dua jum’at.” (HR. Al Hakim)
3. Memperkuat do’a , karena Rasulullah Saw bersabda ; “Hari jum’at itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslimpun yang memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah ‘ashar.” (HR. Abu Dawud);
4. Shalat Jum'at , Rasulullah Saw bersabda ; “Salat Jumat itu wajib atas tiap muslim dilaksanakan secara berjamaah terkecuali empat golongan yaitu hamba sahaya , perempuan , anak kecil dan orang sakit. (HR.Abu Daud dan Al Hakim)
5. Ziarah Kubur,
dari Abu Bakar Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa berziarah kubur kedua orang tuanya atau salah satunya pada setiap hari Jum‘at, kemudian membaca surat “Yasin wa al-Qur’an al-Hakim”, maka diampunilah dia sebanyak jumlah ayat dan huruf dari surat itu.” (HR. Dailamy)
itulah beberapa hadits yg bisa kita temukan tentang assunah yg boleh di KHUSUskan pada hari jum'at . Dan sekali lagi tidak ditemukan Sunnah Nabi tentang hubungan suami istri di hari Jum'at (malam Jum'at).
Satu hal lagi, Jangan lupa, yang namanya sunnah Rasul itu pasti pernah dicontohkan dan di wejangkan oleh Rasulullah Saw, dan urusan ibadah harus ada dasar dalil baik dari Al Qur’an maupun sunnah Rasulullah walaupun secara tidak langsung .
( Sebaik-baik ibadah itu adalah ibadah yang dicontohkan Rasulullah ) Sedangkan untuk urusan duniawi dibolehkan dengan catatan tidak merubah/menyalahi/menyimpang dari syari'at yg sudah ditetapkan halal haramnya .
Kembali pada bahasan sunnah Rasul pada malam Jum’at tersebut, berikut ini saya cantumkan dua hadits Rasulullah Muhammad Saw. :
1. Rasulullah Saw bersabda.”"Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at seperti mandi jinabat, kemudian dia pergi ke masjid pada saat pertama, maka seakan-akan dia (berpahala) berkurban dengan seekor unta dan siapa yang berangkat pada saat kedua, maka seakan-akan ia berkurban dengan seekor sapi, dan siapa yang pergi pada saat ketiga, maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor domba yang mempunyai tanduk, dan siapa yang berangkat pada saat keempat, maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor ayam, dan siapa yang berangkat pada saat kelima, maka seolah-olah dia berkurban dengan sebutir telur, dan apabila imam telah datang, maka malaikat ikut hadir mendengarkan khutbah." (Muttafaq ‘alaih) .. Tapi, hadits di ataspun tidak langsung mengaitkan adanya 'kewajiban' berhubungan pada malam harinya, hanya perintah mandi besar di hari Jum’at sebelum shalat Jum’at. (Wallahu a'lam)
2. Rasul Saw bersabda, “Janganlah kamu khususkan malam Jum’at dari malam yang lain untuk shalat dan janganlah kamu KHUSUSkan hari Jum’at dari hari yang lain untuk berpuasa ,.....“. [HR. Muslim juz 2, hal. 801]
Itulah salah satu hadits tentang tidak mengkhususkannya malam/hari Jum’at untuk melakukan ibadah sholat dan puasa.
Apalagi hubungan intim dgn istri , yang sering disebut-sebut orang tentang sunah Rasul pada malam Jum’at tersebut sama sekali tidak ada dalilnya , untuk itu kita tidak perlu ikut-ikutan mengamalkannya (mengucapkanya) .
Namun begitu bagi yang selalu menjalankan amalan-amalan pada malam Jum’at tersebut silahkan saja dzikir , baca / mengkaji Alqur'an , menghadiri tausiyah dll) .
Kesimpulanya Mari kita hilangkan budaya mengucapkan hubungan intim mlm jum'at dgn kaliman sunah rosul itu , ganti saja dgn kata2 lain yg tdk menyinggung keagamaan "HARI MADU" misalnya , atau "madu malam" atau apa terserah yg intinya jangan lagi dgn kata sunah rosul karena sungguh tidak pantas dan juga tidak benar serta bisa menimbulkan pandangan yang negatif atas agama kita..
Semoga artikel ini bermanfaat , saya menyadari banyak kekurangan saya , dan atas kesalahanya semoga Allah mengampuni saya , jika sekiranya bermanfaat mari kita bagikan dgn copas atau klik bagikan ( share ) .
Smg kita senantiasa dlm perlindungan Allah atas pengupayan kita memantaskan diri berada pada jalan yang lurus.. , Jalan yang diridhoi-Nya.
Amiiinn