SUNNAH RASUL DI MALAM JUM’AT !!! ???
-------------------------------------------
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sahabatku semua yang insyaallah dirahmati-Nya, Dalam pergaulan
sehari-hari di kantor, atau melalui sosial media spt facebook, twitter
ataupun via BBM, sering kita dengar atau kita jumpai istilah “Sunnah
Rasul” pada malam Jum’at.
Bahkan tiap malam Jum’at pasti ada status
di BB teman kita ataupun status facebook yang menyebut tentang “Sunnah
Rasul” tersebut . Definisi yang benar tentang Sunnah Rasul
(Sunnaturrasul) dalam Islam mengacu kepada sikap, tindakan, ucapan dan
cara Rasulullah Saw menjalani hidupnya atau garis-garis perjuangan /
tradisi yang dilaksanakan oleh Rasulullah.
Sunnah merupakan sumber hukum kedua dalam Islam, setelah Al-Quran.
Narasi atau informasi yang disampaikan oleh para sahabat tentang sikap,
tindakan, ucapan dan cara Rasulullah disebut sebagai hadits.
Sunnah yang diperintahkan oleh Allah disebut Sunnatullah.
Istilah Sunnah Rasul yang mutawatir (populer) di malam Jum’at hanyalah
penghalusan dari hubungan intim suami istri (sex) . Boleh jadi
barangkali karena di Indonesia, hal-hal yang terkait dg sex cukup tabu
dibicarakan secara terbuka, karena akan dianggap vulgar dan kurang
sopan, maka digunakan istilah sunnah Rasul (sbg pengganti).
Ada
satu alasan lagi yakni yang sering kita dengar dlm kajian agama ,sebuah
hadits yang juga dianggap mutawatir, yaitu : "Barangsiapa melakukan
hubungan suami istri di malam Jumat (kamis malam) maka pahalanya sama
dengan membunuh 100 Yahudi.”
beberapa ustadz dan saudara kita ada
yg mencari-cari riwayat hadist di atas, namun belum ditemukan dalam
Kitab manapun (termasuk saya juga sering bertanya2 namun tak menemukan )
.
kesimpulanya hadits sunnah Rasul pada malam Jum’at tersebut
diatas (apalagi kalimat sama dengan membunuh 100 Yahudi) adalah sama
sekali bukan hadist , alias karangan orang2 yang gak jelas saja ,
Ada cerita bahwa pernah ada ulama ahli hadits kita yang menelitii sanad
hadits berhubungan suami istri malam Jum'at sama dengan membunuh 10 atau
100 Yahudi tersebut , dan walhasil sanadnya berhenti pada seorang Habib
yg sanadnya tidak nyambung ke sahabat, apalagi ke Rasul Saw.
Jadi sangat jelas itu sama sekali bukanlah Hadist , hanya kalimat karangan semata .
kita tidak akan menemukan satu-pun hadits ttg Rasul Saw berhubungan
suami istri pada malam2 tertentu, termasuk malam Jum'at , Beliau tidak
menghususkan malam jum'at sebagai demikian itu .
Yang saya tau beberapa sunnah Rasul untuk dilakukan pd hari Jum’at (mulai malam Jum'at), yaitu :
1. Memperbanyak membaca Shalawat ,
sabda Beliau Saw ; “Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at
karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at ,
maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan
paling dekat derajatnya denganku.” (HR. Baihaqi)
2. Membaca Al Qur'an khususnya surat Al Kahfi .
Beliau saw bersabda ,: “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari
jum’at akan diberikan cahaya baginya diantara dua jum’at.” (HR. Al
Hakim)
3. Memperkuat do’a , karena Rasulullah Saw bersabda ;
“Hari jum’at itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslimpun yang memohon
sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan
oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu
tersebut jatuh setelah ‘ashar.” (HR. Abu Dawud);
4. Shalat Jum'at
, Rasulullah Saw bersabda ; “Salat Jumat itu wajib atas tiap muslim
dilaksanakan secara berjamaah terkecuali empat golongan yaitu hamba
sahaya , perempuan , anak kecil dan orang sakit. (HR.Abu Daud dan Al
Hakim)
5. Ziarah Kubur,
dari Abu Bakar Rasulullah Saw
bersabda : “Barangsiapa berziarah kubur kedua orang tuanya atau salah
satunya pada setiap hari Jum‘at, kemudian membaca surat “Yasin wa
al-Qur’an al-Hakim”, maka diampunilah dia sebanyak jumlah ayat dan huruf
dari surat itu.” (HR. Dailamy)
itulah beberapa hadits yg bisa
kita temukan tentang assunah yg boleh di KHUSUskan pada hari jum'at .
Dan sekali lagi tidak ditemukan Sunnah Nabi tentang hubungan suami istri
di hari Jum'at (malam Jum'at).
Satu hal lagi, Jangan lupa,
yang namanya sunnah Rasul itu pasti pernah dicontohkan dan di wejangkan
oleh Rasulullah Saw, dan urusan ibadah harus ada dasar dalil baik dari
Al Qur’an maupun sunnah Rasulullah walaupun secara tidak langsung .
( Sebaik-baik ibadah itu adalah ibadah yang dicontohkan Rasulullah )
Sedangkan untuk urusan duniawi dibolehkan dengan catatan tidak
merubah/menyalahi/menyimpang dari syari'at yg sudah ditetapkan halal
haramnya .
Kembali pada bahasan sunnah Rasul pada malam Jum’at tersebut, berikut ini saya cantumkan dua hadits Rasulullah Muhammad Saw. :
1. Rasulullah Saw bersabda.”"Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at
seperti mandi jinabat, kemudian dia pergi ke masjid pada saat pertama,
maka seakan-akan dia (berpahala) berkurban dengan seekor unta dan siapa
yang berangkat pada saat kedua, maka seakan-akan ia berkurban dengan
seekor sapi, dan siapa yang pergi pada saat ketiga, maka seakan-akan dia
berkurban dengan seekor domba yang mempunyai tanduk, dan siapa yang
berangkat pada saat keempat, maka seakan-akan dia berkurban dengan
seekor ayam, dan siapa yang berangkat pada saat kelima, maka seolah-olah
dia berkurban dengan sebutir telur, dan apabila imam telah datang, maka
malaikat ikut hadir mendengarkan khutbah." (Muttafaq ‘alaih) .. Tapi,
hadits di ataspun tidak langsung mengaitkan adanya 'kewajiban'
berhubungan pada malam harinya, hanya perintah mandi besar di hari
Jum’at sebelum shalat Jum’at. (Wallahu a'lam)
2. Rasul Saw
bersabda, “Janganlah kamu khususkan malam Jum’at dari malam yang lain
untuk shalat dan janganlah kamu KHUSUSkan hari Jum’at dari hari yang
lain untuk berpuasa ,.....“. [HR. Muslim juz 2, hal. 801]
Itulah salah satu hadits tentang tidak mengkhususkannya malam/hari Jum’at untuk melakukan ibadah sholat dan puasa.
Apalagi hubungan intim dgn istri , yang sering disebut-sebut orang
tentang sunah Rasul pada malam Jum’at tersebut sama sekali tidak ada
dalilnya , untuk itu kita tidak perlu ikut-ikutan mengamalkannya
(mengucapkanya) .
Namun begitu bagi yang selalu menjalankan
amalan-amalan pada malam Jum’at tersebut silahkan saja dzikir , baca /
mengkaji Alqur'an , menghadiri tausiyah dll) .
Kesimpulanya Mari
kita hilangkan budaya mengucapkan hubungan intim mlm jum'at dgn kaliman
sunah rosul itu , ganti saja dgn kata2 lain yg tdk menyinggung
keagamaan "HARI MADU" misalnya , atau "madu malam" atau apa terserah yg
intinya jangan lagi dgn kata sunah rosul karena sungguh tidak pantas dan
juga tidak benar serta bisa menimbulkan pandangan yang negatif atas
agama kita..
Semoga artikel ini bermanfaat , saya menyadari
banyak kekurangan saya , dan atas kesalahanya semoga Allah mengampuni
saya , jika sekiranya bermanfaat mari kita bagikan dgn copas atau klik
bagikan ( share ) .
Smg kita senantiasa dlm perlindungan Allah
atas pengupayan kita memantaskan diri berada pada jalan yang lurus.. ,
Jalan yang diridhoi-Nya.
Amiiinn